Ekspose Hasil-hasil Penelitian Daerah Bidang Statistik dan Litbang Tahun 2016
Laporan: Pegawai Bappeda | Tertanggal 7 September 2016

Setelah melewati beberapa proses yang dimulai sejak pengumuman undangan bagi para peneliti untuk memasukkan proposal penelitian, pengumuman hasil seleksi administrasi yang dilanjutkan dengan pengumuman enam proposal unggulan yang lolos seleksi substansi, maka pada hari Rabu tanggal 09 September 2016 dilakukan ekspose terhadap hasil-hasil penelitian daerah bidang statistik dan litbang tahun 2016 tersebut.

Ekspose dilakukan di ruang pertemuan lantai 2 Bappeda Blora, dibuka langsung oleh Kepala Bappeda Blora Bp. Samgautama Karnajaya didampingi oleh Ka. Bid. Litbang dan Statistik Bappeda Blora Ibu Rini Setyowati beserta Ka. Sub Bid. Litbang Bp. Kristian Anjar Hervianto. Dalam acara tersebut hadir lima orang peneliti sebagai pemapar yaitu: Krisdiana Wijayanti, M.Mid.; Sri Purnomowati, S.Sos., M.Psi.; Anugerah Yuka Asmara; Ir. Djati Walujastono, M.Eng., serta Ronal Tolkhah, S.Kp., M.Sc., AIFM.

Paparan pertama oleh Krisdiana Wijayanti, M.Mid. menjelaskan hasil penelitian dengan judul “Studi Pengembangan Pendidikan Efektivitas Ekstrak daun Pepaya terhadap Peningkatan Protein dan Produksi ASI pada Ibu Menyusui”. Penelitian ini memberikan kesimpulan antara lain bahwa terdapat perbedaan jumlah produksi ASI pada ibu yang mengkonsumsi ekstrak daun pepaya dibanding dengan yang tidak mengkonsumsi meskipun tidak terdapat perbedaan kadar protein pada ibu yang mengkonsumsi tersebut maupun tidak. Rekomendasi yang disampaikan antara lain adalah agar pembuat kebijakan memberikan bantuan pengadaan ekstrak daun pepaya bagi ibu menyusui.

Sri Purnomowati, S.Sos., M.Psi. sebagai pemapar kedua menampilkan penelitian berjudul “Studi Pengembangan Pendidikan Menengah Universal Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun Kabupaten Blora” yang bertujuan antara lain menganalisa peran Pemkab Blora dalam rintisan wajib belajar 12 tahun.  Peneliti berkesimpulan bahwa  Pemkab Blora telah berupaya meningkatkan partisipasi pendidikan di Kabupaten Blora dengan antara lain mengupayakan pendirian sekolah menengah negeri di tiap kecamatan. Rekomendasi yang diberikan antara lain adalah perlu dilakukan penyuluhan terhadap masyarakat hutan yang masih berpandangan bahwa bersekolah tidak menjadikan kaya.

Peneliti ketiga yang menyampaikan paparan adalah Anugerah Yuka Asmara dengan judul penelitian “Penelitian Kesenian Barong dan Tayub di Kabupaten Blora: Eksistensi di Lokal dan Ekspansi ke Global”. Kesimpulan dari penelitian ini antara lain adalah bahwa isu-isu dalam kesenian barong dan tayub merupakan hal yang terkait dengan pendanaan dan promosi. Terkait simpulan tersebut, peneliti memberikan beberapa rekomendasi yang dibagi menjadi dua bidang yaitu bidang kelembagaan dan regulasi serta bidang politik, pendanaan dan infrastruktur.

Paparan keempat oleh Ir. Djati Walujastono, M.Eng. menampilkan penelitian berjudul “Penelitian Pengembangan Sektor Pertanian Berbasis Agrogeologi di Kabupaten Blora”. Kesimpulan dari penelitian ini antara lain menyampaikan bahwa selain 3 jenis tanah di Kabupaten Blora yang diidentifikasi dalam RTRW Kab. Blora yaitu aluvial, grumusol dan mediterania, terdapat satu jenis tanah lagi yang berhasil diidentifikasi yaitu laterit. Rekomendasi penelitian ini antara lain adalah agar dibuat satu dokumen Masterplan Lahan Pertanian yang berbasis agrogeologi.

Hasil penelitian kelima yang dipaparkan berjudul “Penelitian Efek Alkohol dan Ekstrak Rumput Teki (Cyperus Rotundus) terhadap Tingkat Kecerdasan dan Jumlah Sel Piramida Hippocampus” oleh Ronal Tolkhah, S.Kp., M.Sc., AIFM. Simpulan penelitian ini adalah bahwa pemberian alkohol bersama dengan ekstrak etanol umbi C. Rotundus pada kelompok uji mampu meningkatkan memori dibanding dengan kelompok yang hanya diberi alkohol saja. Saran yang diberikan adalah bahwa dengan hasil penelitian tersebut maka pemerintah daerah dapat memiliki dasar untuk menegakkan aturan pelarangan minuman keras.

Penelitian terakhir disampaikan kembali oleh Anugerah Yuka Asmara dengan judul “Penelitian Analisis Pembentukan ‘Village Knowledge Centre’ Berbasis Teknologi Informasi pada Usaha Kecil Menengah di Kecamatan Jepon Kabupaten Blora”.  Simpulan yang diberikan adalah bahwa ‘Village Knowledge Centre” (VKC) merupakan salah satu alternatif program pemberdayaan komunitas dalam hal ini pengrajin industri kayu melalui dukungan teknologi komunikasi. Saran yang diberikan adalah antara lain pemerintah daerah perlu mengalokasikan anggaran untuk pembentukan VKC serta perlu disiapkannya infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia untuk merealisasikan pembentukan VKC.

IMG_1449
Pembukaan oleh Kepala Bappeda Bp. Samgautama Karnajaya didampingi oleh Kabid. Litbangsta dan Ka. Sub Bid. Litbang.
IMG_1454
Salah satu panelis sedang memaparkan hasil penelitiannya.
IMG_1463
Sesi tanya jawab.
IMG_1464
Sesi tanya jawab.
IMG_1465
Sesi tanya jawab.
IMG_1466
Sesi tanya jawab.
IMG_1470
Tiga panelis pertama menanggapi sesi tanya jawab I.
IMG_1489
Tiga panelis kedua menanggapi sesi tanya jawab II.

Komentar Anda