28 Januari 2020   14:53 WIB

Blora Gelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2021

Blora Gelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2021

Blora Gelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2021

Pemerintah Blora melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyelenggarakan Konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora tahun 2021 pada Senin 27 Januari 2020 di Ruang Pertemuan lantai 2 Bappeda Blora.

Acara dipimpin langsung oleh Sekda Blora Komang Gede Irawadi, SE, M.Si bersama Kepala Bappeda Blora Ir. H. Samsul Arif yang dipandu oleh moderator dari akademisi STAI Kozinatul Ulum Blora, Imam Ali  Bashori S.HI M.Si.

Peserta konsultasi publik rancangan awal RKPD Blora tahun 2021 terdiri dari DPRD Kabupaten Blora, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Ketua Partai Politik dan Forum Anak Blora.

Dalam laporan panita penyelenggara, Free Bayu Alamanda, AP, M.Si, konsultasi publik merupakan salah satu tahapan tatacara perencanaan pembangunan untuk mendapatkan usul, saran, dan penyempurnaan dalam proses pembangunan Kabupaten Blora.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekda Blora Komang Gede Irawadi, SE, M.Si, beliau menyampaikan bahwa saat ini penyusunan RKPD ini masih dalam tahap penyusunan Rancangan Awal.

Kegiatan yang sudah berjalan adalah pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa / Kelurahan yang dilaksanakan pada bulan November-Desember tahun 2019 hingga bulan Januari tahun 2020,” pungkasnya.

Selanjutnya akan dilaksanakan Musrenbang RKPD di tingkat kecamatan pada awal bulan Februari dan Forum Perangkat Daerah / Lintas Perangkat Daerah pada akhir bulan Februari, sedangkan Musrenbang Kabupaten akan dilaksanakan pada akhir bulan Maret.

Hasil Musrenbang berupa Rancangan Akhir RKPD masih akan dibahas melalui fasilitasi Bappeda Provinsi Jawa Tengah, sebelum ditetapkan menjadi peraturan Bupati. Penetapan RKPD Kabupaten Blora melalui Peraturan Bupati akan diperkirakan pada akhir Bulan Mei atau maksimal 7 hari setelah RKPD Provinsi Jawa Tengah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur.

Salah satu masukan usulan kegiatan pembangunan dalam RKPD adalah melalui Pokok-Pokok Pikiran DPRD Kabupaten Blora, yang diharapkan disampaikan selambat-lambatnya bulan Januari 2020 kepada Kepala Bappeda yang dimuat dalam Keputusan Pimpinan DPRD Kabupaten Blora untuk 1 (satu) kali masa reses tahun 2019 dan 1 (satu) kali masa reses tahun 2020.” jelasnya.

Dalam penyusunan Rancangan Awal RKPD ini, konsultasi publik merupakan salah satu tahapan yang dilakukan dengan maksud untuk menjaring aspirasi pemangku kepentingan pada tahap awal dengan tujuan untuk menghimpun aspirasi atau harapan para pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan pada tahun 2021.

Pada acara yang sama, Kepala Bappeda Blora Ir. H. Samsul Arif menyampaikan pencapaian kinerja pembangunan kabupaten Blora sampai tahun 2019. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan tema pembangunan, isu strategis dan prioritas serta prediksi penganggaran pembangunan kabupaten Blora tahun 2021.

Prioritas Pembangunan Kabupaten Blora tersebut meliputi pengentasan percepatan kemiskinan, peningkatan sumber daya manusia dan kualitas hidup masyarakat, peningkatan iklim investasi dan berusaha yang kondusif, pemerataan infrastruktur wilayah yang berwawasan lingkungan dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan

Didalam bahasan prioritas pembangunan Kabupaten Blora disampaikan oleh Kepala Bappeda Blora bahwa Blora akan meningkatkan iklim investasi salah satunya dengan peningkatan mutu dan promosi potensi, termasuk potensi wisata dan budaya, dan produk unggulan daerah

Konsultasi publik semakin hidup saat dibuka sesi tanya jawab kepada peserta. Salah satu pertanyaan yang menarik dari peserta tentang konsep dolan Blora yang harus segera disusun formulasi programnya. Atas dasar Blora dengan kawasan pedesaan yang luas, maka konsep Dolan Blora dapat disinergikan dengan Dolan Deso serta mapping wisata migas, perhutani, dan situs cagar budaya yang sudah ada di Blora.

Masukan tersebut disambut positif oleh Sekda Blora, Komang Gede Irawadi, SE, M.Si . Beliau menambahkan bahwa sinergisitas OPD sangat penting peningkatan iklim investasi dan wisata di Blora. Beliau juga menanggapi masukan dari peserta lain satu persatu.

Di akhir diskusi moderator Imam Ali Bashori berterima kasih atas saran yang berikan murni dari peserta non dinas sehingga dapat mewakili masyarakat. “Butuh pergerakan yang kreatif dan inovatif untuk menyelesaikan prioritas kerja di kabupaten Blora,” imbuhnya.

Di penghujung acara, dilakukan penandatanganan berita acara bersama dari hasil konsultasi publik oleh perwakilan peserta dengan disaksikan oleh Sekda Blora.


Info